Abahsumadi's Blog

Just another WordPress.com weblog

Dimulai Dari Yang Ringan

Diceritakan dalam sebuah kisah ada seorang alim yang telah beribadah selama 200 tahun tanpa pernah berbuat maksiat sekali pun. Saking tekunnya beribadah sampai-sampai iblis sebagai musuh abadi manusia berusaha sekuat tenaga untuk menggodanya. Pertama-tama yang dilakukan iblis adalah menyamar sebagai orang alim yang mengatakan bahwa dia datang untuk menolong  menyempurnakan si orang alim dalam pengabdian dan ibadah kepada Allah. Akan tetapi si alim menjawab bahwa yang dapat menolong dirinya hanyalah Allah saja bukan dirinya.
Merasa tipuan pertamanya tidak berhasil maka iblis menggunakan cara lain. Selama tiga hari tiga malam iblis beribadah kepada Allah tanpa makan dan minum sama sekali.
Melihat kekhusyukan si iblis hati orang alim itu mulai goyah. Maka terjadilah dialog:
” Bagaimana engkau bisa begitu khusyuk beribadah tanpa makan dan minum sedangkan aku yang sudah 200 tahun beribadah saja masih perlu makan dan minum ?”
” Aku pernah berbuat dosa kepada Allah sehingga bila mengingatnya aku tidak bisa makan, tidur dan selalu menangis,” jawab iblis yang merasa tipu dayanya mulai mengenai sasaran.
” Dosa apakah gerangan itu ?”
” Aku pernah membunuh.” Jawab si iblis sambil menangis sesenggukan.
” Apakah aku harus membunuh orang juga? Oh, tidak mungkin …, tidak mungkin …, itu terlalu keji!”
” Aku pernah berzina juga ….” Kata si iblis sambil menunduk dan terus menangis tiada henti.
” Itu juga tidak mungkin, dosanya sangat besar !”
” Aku pun pernah minum khamer, dan aku sungguh sangat menyesal ….” Jawab si iblis sambil terus menangis, “karena dosa-dosa yang telah kulakukan itulah aku  benar-benar ingin bertobat dan selalu mendekatkan diriku pada-Nya …, mungkin kau pun akan bisa lebih baik dariku bila saja telah berbuat dosa seperti aku mengingat reputasimu yang baik dalam beribadah selama 200 tahun ini….”
” Membunuh orang aku tak sanggup, berzina pun aku tak mau melakukannya. Mungkin kalau … minum khamer …, ini yang paling ringan. Tapi dimana aku harus mendapatkannya?” Tanya si orang alim yang sudah termakan rayuan iblis.
” Kemarin, sebelum aku sampai di tempatmu ini kulihat ada sebuah warung kecil di sebuah desa di kaki bukit. Kau bisa menuju ke sana sekarang juga.” Jawab si iblis dengan hati yang gembira.
Maka singkat cerita si orang alim segera berangkat ke tempat yang ditunjukkan oleh iblis dan segera meminum khamer sampai mabuk. Saking mabuknya dia sudah tak menyadari lagi siapa dirinya sebelumnya selama ini. Maka tatkala datang kepadanya seorang wanita muda pemilik warung kepadanya dia tak dapat mengendalikan dirinya lagi dan memaksa wanita itu untuk berzina dengannya.  Tatkala dia sedang melakukan tindakan bejadnya, suami si wanita itu datang memergokinya. Saking takut dan bingung, dipukulnya suami si wanita itu sampai tewas.
Saat si (mantan) orang alim itu sedang kepayahan, iblis kembali menyamar menjadi orang biasa dan segera melaporkan semua kejadian di warung itu dari perzinaan sampai pembunuhan.
Pengadilan menjatuhkan hukuman cambuk karena sebab minum khamer dan perzinaan. Dan untuk pembunuhan dia dijatuhi hukuman  gantung.
Saat sedang digantung iblis datang menghampirinya dan menanyakan keadaannya. Dengan sangat menyesal si (mantan) orang alim itu berkata bahwa begitulah akibat dari mengikuti ajakan orang jahat.
Lalu si iblis berkata bahwa dia telah berupaya menggoda si orang alim selama 200 tahun dan baru berhasil hari ini tapi sesungguhnya iblis dapat membebaskannya dari hukuman gantung dengan syarat harus bersujud kepadanya.
” Bagaimana aku dapat bersujud kepadamu sedangkan  tubuhku dalam kedaan seperti ni?” Tanyanya dengan penuh harap.
” Gampang saja. Kau cukup bersujud dan beriman kepadaku dalam hati saja.” Jawab iblis.
Tanpa berpikir panjang lagi dia pun bersujud dalam hatinya sesuai saran iblis. Maka matilah dia saat itu juga dalam keadaan kafir menyembah iblis. Na’udzu billah min dzalik.
Saudaraku, begitulah iblis punya sejuta cara menggoda dan memperdayakan manusia. Dia selalu berusaha untuk dapat masuk ke dalam tubuh manusia melalui semua lubang dan pori-pori yang ada. Semakin tinggi dan kokoh benteng iman seorang manusia maka semakin canggih pula cara atau tipu daya yang dilakukannya sepert kisah orang alim di atas.

4 April 2011 - Posted by | Uncategorized

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: