Abahsumadi's Blog

Just another WordPress.com weblog

Anak dan Orang Tua

Kasih sayang anak dan orang tua sungguh sangat jauh berbeda bagai langit dan bumi. Bagaimana tidak, orang tua yang mengandung selama 9 bulan dalam keadaan payah juga tetap rela menjaga dan membesarkan anaknya hingga mampu berdiri sendiri. Tengah malam buta mereka bangun demi mengganti popok anaknya yang basah. Makan pun mereka tunda bilamana sang anak buang air dan menangis dengan keras. Dengan sabar mereka memberi makan, menjaga dan membiayai pendidikan meski harus membanting tulang.

Bila anak mereka sakit, dengan sigap dan telaten mereka merawat dan mengobati, sampai sembuh dengan tak menghitung waktu. Bisa sehari, seminggu, sebulan bahkan ada yang bertahun – tahun. Tak akan direlakannya bila anaknya diambil kembali oleh Yang Empunya. Doanya adalah: “Ya Allah, sembuhkanlah anakku seperti sedia kala. Kalau pun harus sakit, biarlah aku yang menggantikannya ….” Pokoknya segala usaha pasti dilakukan demi menyelamatkan nyawa anaknya.

Dari sehari hingga bertahun – tahun bahkan sampai dewasa, orang tua tetap menjaga anaknya dengan setia. Bila kekurangan dengan serta – merta dicukupi kebutuhannya. Bila susah, pasti dicarikan penyelesaiannya. Bahkan bila salah pun akan dibelanya. Memang luar biasa kasih sayang dan cinta orang tua terhadap anaknya.

Tetapi apa yang terjadi dengan sang anak ketika sudah dewasa?
Orang tua adalah yang kedua setelah keluarganya. Pemberiannya hanyalah seadanya. Perkataan sering tidak dijaga sehingga menyinggung perasaan orang tua yang memang sudah semakin perasa seiring dengan bertambahnya usia.
Dan ketika orang tua jatuh sakit …
Sehari – dua hari memang tak mengapa. Seminggu – dua minggu mungkin masih oke-lah (?). Sebulan lebih? Inilah doanya : ” Ya Allah, orang tuaku sudah tua, nafasnya sudah berat ditambah batuk yang tak juga kunjung sembuh. Badannya sudah tak kuat lagi menanggung beban penyakitnya. Kalau memang masih bisa sembuh, angkatlah penyakitnya. Tapi kalau memang MAU DIAMBIL, AMBILLAH …!”   Ternyata hanya sebatas itu saja kasih sayang dan cinta anak terhadap orang tuanya. Sungguh keterlaluan!

Itulah perbedaan kasih sayang anak dan orang tua. Sangat jauh sekali, bukan? Apalagi ada kenyataan yang berlaku di masyarakat:
– Kalau orang tua kaya, anak jadi raja.
– Kalau anak kaya, orang tua jadi budak !

Semoga kita semua dapat merenungi keadaan dan kenyataan ini. Walau bagaimana pun kita adalah anak dari orang tua kita sekaligus juga menjadi orang tua dari anak-anak kita.
Semoga kita menjadi anak sholeh/sholehah yang berbakti kepada orang tua kita. Dan tak lupa juga marilah kita berdoa kepada Allah semoga diberi anak sholeh dan sholehah yang berbakti kepada kedua orang tuanya. Amin.

3 November 2010 - Posted by | Uncategorized

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: