Abahsumadi's Blog

Just another WordPress.com weblog

Pesta Ganceng

Pesta Ganceng

Pondok Ranggon adalah sebuah desa atau kelurahan yang terletak di wilayah Jakarta Timur. Letaknya berada di pinggir DKI Jakarta. Sebelah timur berbatasan dengan Kranggan, Bekasi dan sebelah selatan dengan Desa Harja Mukti, Depok. Karena letak geografis yang demikian itu  menyebabkan daerah ini mempunyai kebudayaan unik yaitu budaya Betawi dan berbahasa Sunda.

Adat istiadat penduduk asli Pondok Ranggon pun terbilang unik. Di sini masih  berlaku banyak ‘pamali’ atau pantangan-pantangan misal dilarang makan nasi dibarengi daun singkong, seorang gadis tidak boleh duduk di depan pintu –matak nu ngelamar balik deui- yang artinya bisa menyebabkan yang akan melamar pulang lagi atau tidak jadi dan lain sebagainya.

Suasana Lingkungan

Lingkungan Pondok Ranggon terbilang masih cukup sejuk. Banyak pohon rambutan tumbuh di sini baik di pekarangan rumah penduduk atau di kebun-kebun kosong. Ada pula pohon kecapi, durian atau sirsak. Namun sayang, banyak pula pohon-pohon lama yang sudah tidak ada lagi seiring dengan bertambahnya pendatang seperti pohon namnam, jambu asia, buah nona dan pohon droak. Meski pun demikian Pondok Ranggon masih tetap lebih sejuk dibanding sebagian besar daerah-daerah lain di Jakarta. Makanya tak heran bila banyak orang yang merasa kerasan tinggal di sini.

Penduduk

Penduduk asli Pondok Ranggon yang sudah berumur berbahasa Sunda kasar walau kadang memakai bahasa ‘Betawi ora’ bila  berbicara dengan pendatang atau kadang memakai kedua-duanya bila bicara dengan orang pendatang yang sudah lama. Sedangkan anak-anak Pondok Ranggon sekarang sudah jarang yang bicara dalam bahasa Sunda dalam percakapan sehari-hari seiring dengan makin bertambahnya pendatang baru. Mereka umumnya berumur di bawah 20 tahun-an. Wah, lama-lama bisa hilang bahasa asli Pondok Ranggon, tuh!

Mata Pencaharian Penduduk

Dahulu, mata pencaharian utama penduduk adalah bertani. Mereka menanam padi di sawah atau ladang dan memelihara ikan di empang. Ada juga yang menjadi  pedagang dan pengrajin pengki bambu. Seiring dengan menyempitnya lahan penduduk mata pencaharian pun berubah. Kini ada yang menjadi pegawai negeri, karyawan swasta, pedagang, ojek motor dan buruh bangunan.

Tradisi Pesta Ganceng

Ada kegiatan rutin yang sudah menjadi tradisi tiap tahun di Pondok Ranggon yaitu sedekah bumi yang lebih terkenal dengan nama Pesta Ganceng.

Pesta Ganceng adalah sebuah acara yang diadakan sebagai ungkapan rasa syukur terhadap Tuhan YME terhadap apa-apa yang telah diberikan dan memohon keselamatan serta keberkahan hidup untuk masa selanjutnya. Acara ini diadakan pada hari Jumat terakhir di bulan Haji/ Dzulhijjah.

Disebut Pesta Ganceng karena acara ini dipusatkan di sekitar makam Oyot Ganceng yang disebut Kramat Ganceng. Kramat Ganceng adalah komplek tanah wakaf untuk pemakaman warga Pondok Ranggon, letaknya di sebelah kantor kelurahan Pondok Ranggon. Pak Ganceng semasa hidup beliau bagi warga Pondok Ranggon tidak hanya sebagai kuncen (juru kunci makam) tetapi juga sebagai pemimpin spiritual yang boleh dibilang juga kepala suku. Sepeninggal Pak Ganceng, ‘tahta’ kuncen turun ke anaknya yaitu Mang Anda. Mang Anda meninggal, dilanjutkan bukan oleh anaknya tapi oleh kerabat Pondok Ranggon lain yang juga tetua kampung yaitu RW Boih Diman. Anda ingin tahu seluk-beluk kampung, tanya saja beliau.

Pesta Ganceng Dahulu dan Kini

Hari Jumat sekitar pukul 2 siang iring-iringan kendaraan dan juga warga mengarak kepala kambing yang berakhir di Rawa Jemblung (danau Situ Baru, Jambore – Cibubur). Setelah acara selesai warga kembali ke kampung untuk segera melaksanakan acara pesta kampung yang meriah. Ada tanjidor, jaipongan, wayang golek dan panjat pinang. Seluruh warga kampung mengikuti dengan antusias sehingga tak heran ratusan mungkin ribuan pedagang memadati kiri-kanan jalan sekitar makam.

Demikianlah acara Pesta Ganceng dilaksanakan setiap tahun sebagai cara untuk melestarikan tradisi leluhur. Bedanya, dulu seluruh kegiatan acara pesta dilaksanakan di atas makam / kuburan. Katanya orang-orang yang sudah meninggal ikut gembira dengan adanya acara pesta di atas makam. Namun seiring dengan bertambahnya pengetahuan agama masyarakat, kini kegiatan berlangsung di luar komplek makam. Hanya makam Oyot Gancenglah yang menjadi pusatnya.

Bedanya lagi Pesta Ganceng dulu dan sekarang, kalau dulu diisi dengan banyak doa-doa semacam mantera atau jampi-jampi dan sedekah bebarik. Kini ada kegiatan pengajian bapak-bapak pada malam Jumat dan ibu-ibu pada keesokan harinya.

Harapan

Sebagai anak muda warga kampung masa kini, saya dan mungkin anda semua pasti bertanya mau dibawa kemana acara Pesta Ganceng selanjutnya? Apakah murni ungkapan syukur kehadirat Ilahi atau ‘mematenkan’ perilaku syirik yang dioplos dengan kegiatan keagamaan untuk pembenaran? Atau akan terus lahir kuncen-kuncen selanjutnya yang akan membela kegiatan ini karena dengan ini ada beberapa gelintir orang yang diuntungkan dengan adanya perputaran uang yang cukup besar. Wallahu a’lam.

Terakhir, harapan saya : Marilah kita kembali kepada tuntunan agama yang sebenarnya. Jangan campurkan ibadah kita kepada Allah SWT dengan ibadah kepada selain-Nya. Kita buang ritual yang berbau syirik atau yang tidak kita ketahui tentangnya dan kita ganti dengan ritual yang ada contoh dan tuntunannya dari Rasulullah SAW.

Akhirnya sebagai penutup, saya mohon maaf bila ada kesalahan baik yang disengaja atau tidak. Mohon maaf bila materi yang saya paparkan kurang berbobot atau ada kesalahan di sana-sini. Itu semua adalah karena kekurangan saya. Untuk itu, saya mohon saran dan perbaikan dari anda semua.

Akhir kata Billahittaufiq wal hidayah, wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Pondok Ranggon, 7 Desember 2009.

Sumadi

8 Desember 2009 - Posted by | Uncategorized

21 Komentar »

  1. acara seperti ini harus qta lestarikan sbgai bentuk kecintaan anak bangsa terhadap budaya bangsa dan warisan leluhur

    Komentar oleh SARTIKA RATNIANTI | 19 Juni 2010 | Balas

  2. Terima kasih, Mbak Tika atas perhatian dan komentarnya. Semoga kualitas pelaksanaan acara ini semakin meningkat dari tahun ke tahun. Kita harus kembalikan atau luruskan i’tikad kita dalam melaksanakannya. Apa maksud dan tujuannya, bagaimana cara pelaksanaannya, apakah menyimpang dari syari’at atau tidak lalu bagaimana cara pelaksanaan yang benar. Di Pondok Ranggon saya rasa banyak alim ulama yang bisa menjelaskannya. Sekali lagi terima kasih.

    Komentar oleh abahsumadi | 20 Juni 2010 | Balas

  3. Saya sebagai pemuda asli pondok ranggon sangat bangga, dengan acara tersebut, saya berharap acara tersebut dapat terus di lestarikan dan mendapat dukungan dari pemerintah.
    Hm kalo boleh tau abah pondok nya dimana ya?
    Kalo saya di gang pankalan tengki deket kuburan tengki?
    Trimakasih

    Komentar oleh Muhamad hisamudin | 26 Agustus 2010 | Balas

    • Assalamu ‘alaikum Wa rahmatullahi Wa barakatuh. Terima kasih buat Abang M Hisamudin atas komentar dan informasinya. Saya, di Jl. Beringin, dekat makam juga. Berarti kita tetanggaan, dong ya! Wassalamu ‘alaikum Wr Wb, Sumadi

      Komentar oleh abahsumadi | 27 Agustus 2010 | Balas

  4. Untuk meluruskan tujuan dari pada pesta ganceng merupakan tanggung jawab kita semua sebagai putra asli pondok ranggon,kami lihat untuk beberapa tahun ini pelaksanaan pesta ganceng sudah melibatkan para ulama.

    Komentar oleh ijay | 24 November 2010 | Balas

  5. Trimakasih atas balasan komentar dari penulis smoga harapan agar sedekah bumi pesta genceng ini smakinmeningkat dpat tercapai,amiieeennnn

    Namun disini sya ingin sedikit meluruskan di caption tradisi pesta ganceng pada paragraf 3 dtuliskan bhwa penerus dari kuncen setelah sepeninggal Mang Anda ( saya menyebutnya Oyot Anda )dsitu dtuliskan oleh RW Boih Diman,namun sepengetahuan saya,sepeninggal Oyot Anda dteruskan oleh istrinya,dan kmudian akan dilanjutkan oleh anak laki-laki Oyot Anda dan sampai saat ini masih Mak Amih(istri dari Oyot Anda) yg menggantikannya.

    Peranan Pak Rw Boih Diman pun penting,disana beliau bisa dianggap sebagai orang yang dituakan dan acap kali menjadi ketua pania dalam Hajat Bumi atau Sedekah bumi pesta Ganceng,jd beliau bukan penerus dari Oyot Anda melainkan orang yang dianggap dituakan yang menjadi Ketua Panitia Hajat Bumi Pesta ganceng,,

    Terimakasih…maaf sebelumnya jika ada kekurangan dan kesalahan karena saya hanya manusia biasa dan remaja yang sedikit akan pengetahuan,harap dimaklumi.

    Komentar oleh sartika ratnianti | 20 Januari 2011 | Balas

  6. trima kasih, sy warga sekitar lokasi tepatnya kp. payangan…mohon agar dilengkapi lg dengan latar belakang nilai2 sejarah kramat ganceng.

    Komentar oleh supriyo winoto | 9 Februari 2011 | Balas

  7. @Mbak tika : Terima kasih banyak atas koreksinya. Mbak Tika memang benar. Pengganti Oyot Anda ( alm ) adalah isteri beliau, bukan Bp RW Boih. Untuk itu saya mohon maaf atas kekeliruan ini. Tampaknya pengetahuan Mbak Tika tentang hal ini sangat dalam. Baiknya di’share’ aja supaya pengetahuan kita lebih lengkap, gitu . Sekali lagi terima kasih. @Pak Priyo : Terima kasih atas tanggapan Bapak. Terus terang pengetahuan saya tentang nilai sejarah Pesta Ganceng sangatlah minim. Yang saya tahu dari orang – orang tua adalah bahwa acara ini sudah ada sejak dulu sebagai ungkapan syukur dan mohon keselamatan. Mengapa ada acara begini atau begitu mungkin karena masih adanya pengaruh tradisi Hindu.

    Komentar oleh abahsumadi | 19 Februari 2011 | Balas

  8. MAU TANYA APAKAH DI KRAMAT GANCENG ITU DIMAKAMKAN SEORANG WALIYUALLAH KALO MEMANG BETUL SIAPA NAMA ASLI DARI PADA SHOHIBUL KAROMAHNYA

    Komentar oleh ARDHO | 15 April 2011 | Balas

    • saya tidak mendapatkan keterangan apakah yang dimakamkan disitu adalah seorang waliyullah atau bukan.

      Komentar oleh abahsumadi | 4 Mei 2011 | Balas

  9. sy ngga paham,, kepala kambing diarak trus dimakan brg seluruh wrga apa buat apa?

    Komentar oleh fesyana | 20 November 2011 | Balas

    • Kepalanya dikubur dekat Danau Situ Baru (orang Pondok Ranggon bilang Rawa Jemblung). Tepatnya saya tidak tahu, saya nggak ngikutin acaranya.

      Komentar oleh abahsumadi | 21 November 2011 | Balas

  10. WAH KEREN BRO

    Komentar oleh RADEN MOTOR | 22 November 2011 | Balas

  11. Trimaksih atas tulisan anda yang sangat membantu memberikan informasi Prihal “Pesta Bumi Kramat Nganceng” sy sebagai tokoh pemuda pondok ranggon sangat bangga.

    Komentar oleh ghompals | 12 April 2012 | Balas

    • Terima kasih kembali. Salam, Sumadi

      Komentar oleh abahsumadi | 14 April 2012 | Balas

  12. Boleh juga, buat memperkaya khsanah,,, dan upaya mencerahan terhadap masyarakat kita,,,mohn maaf buat teman2 yang pasti insya Allah kenal dengan saya,,,buat saya “PRINSIP” pesta ganceng adalah “PRILAKU YANG HARUS DIUBAH CARA PELAKSANAANNYA” pedagang boleh, tahlil n maulid plus ceramah dan santunan lanjutkan, hiburan (jika tidak mengumbar syahwat) boleh, panjat pinang lanjutkan.yang harus dihilangkan adalah ngarak kepala kambing kemudian dikubur, AL-IYADZU BILLAH..

    Komentar oleh Arjuna Sakti | 6 November 2012 | Balas

    • Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wa barakatuh.
      Saya baru belajar nulis-nulis nih, Ustadz. Masih banyak kekurangan di sana-sini. Ibarat kata, saya kepingin menyampaikan sesuatu walau pun masih belepotan dan miskin dalam bahan dan pengetahuan. Pokoknya saya harus menyampaikan. Itu saja. Harapan saya mudah-mudahan bermanfaat walau pun mungkin hanya sedikit sekali. Syukur-syukur jadi sabab untuk menjaga aqidah agar tidak kebablasan.
      Mohon maaf baru balas sekarang. Salam hormat, Sumadi.
      Wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

      Komentar oleh abahsumadi | 14 November 2012 | Balas

  13. Saya pemuda lebih masa kini,beberapa x saya mengikuti selametan bumi ganceng karena keingin tahuan saya mengenai acara tersebut,sebagai warga jakarta khususnya,saya bangga karena masih adanya budaya adat sperti ini,dan ini patut dilestarikan karena selain sebagai sarana silaturahmi guna membina kerukunan penduduk,pada acara ini juga banyak menampilkan pagelaran yg dpat mengangkat kembali seni tradisional Betawi yang sempat mengalami kemunduran seperti Topeng Betawi, Panjat Pinang dan Wayang Golek.
    sedikit mengulas tentang kgiatan yang ada di acara adat ini,walaupun acara dipusatkan di makam bukan berarti masyarakat yang hadir dan datang ksana menyembah dan memohon kepada orang yang sudah wafat,meraka berkumpul bersama di keramat ganceng karena disanalah orang tua dan sanak sodara mreka dimakamkan,mereka mengirimkan doa(yasin,tahmid,tahlil,dll)dan bermunajat kepada Allah bersama-sama memohon agar orang”yg telah mendahului kita diampuni dosanya,
    banyak hal positif yang terdapat diacara ini,budaya gotong royongpun bnyak terlihat jelas di berbagai kegiatan acara ini,,,
    bukan budaya tawuran seperti dilain tempat yang sedang marak terjadi saat ini,
    ambil manfaat baiknya buang yang buruknya.

    Komentar oleh YADSCHECTERROCKER | 8 November 2012 | Balas

  14. blm respon,,,,,,?

    Komentar oleh albarkarim | 10 November 2012 | Balas

  15. Sudah hmpir lima tahun terakhir saya mengikuti perkembangan pesta ganceng mau tanya ada dokumen resmi tidak mengenai tradisi hajat bumi ini dan kalo mau tau sumber primernya siapa aja ya! mhon di jawab soalnya tertarik untuk menuliskan sejarah kramat ganbceng . trima kasih

    Komentar oleh friescha | 19 Desember 2012 | Balas

    • insya allah anda akan mendapatkan informasi yg lengkap tentang sejarah makom kramat ganceng dipondok ranggon….coba anda tanya kepada Abah miun d/a Jl raya kramat ganceng rt 002/01

      Komentar oleh maman | 21 Maret 2013 | Balas


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: