Abahsumadi's Blog

Just another WordPress.com weblog

7 Pengusaha Muda Indonesia Yang Menginspirasi

Masih muda sudah sukses. Tidak seperti yang kita bayangkan. Kesuksesan yang tidak hanya bergelimang uang dan keberhasilan tetapi ada juga kegagalan dengan kerugian mencapai ratusan juta rupiah. Kegagalan adalah pembelajaran. Berhenti belajar berarti berhenti untuk tumbuh dan berkembang. Luar biasa.

7 Pengusaha Muda Berprestasi di Indonesia! (INI BARU INSPIRASI GAN!) | Kaskus – The Largest Indonesian Community http://m.kaskus.co.id/thread/52bc1dd920cb17e70c8b45bd/7-pengusaha-muda-berprestasi-di-indonesia-ini-baru-inspirasi-gan
(from ONE Browser)

Iklan

2 Juni 2014 Posted by | Uncategorized | Tinggalkan komentar

QS ALBAQARAH : 123

Dan takutlah kamu kepada suatu hari di waktu seseorang tidak dapat menggantikan seseorang lain sedikit pun dan tidak akan diterima suatu tebusan daripadanya dan tidak akan memberi manfaat sesuatu syafaat kepadanya dan tidak (pula) mereka akan ditolong. وَاتَّقُوا يَوْمًا لا تَجْزِي نَفْسٌ عَنْ نَفْسٍ شَيْئًا وَلا يُقْبَلُ مِنْهَا عَدْلٌ وَلا تَنْفَعُهَا شَفَاعَةٌ وَلا هُمْ يُنْصَرُونَ

20 Desember 2012 Posted by | Uncategorized | Tinggalkan komentar

Reses Ketiga Anggota DPRD Provinsi DKI Jakarta Masa Persidangan Tahun Anggaran 2012 Di Pondok Ranggon Jakarta Timur Berisi Tentang Desakan Pencabutan SK Gubernur No. 68 Th. 1977

Dalam rangka pelaksanaan reses ketiga anggota DPRD Provinsi DKI Jakarta Masa Persidangan Tahun Anggaran 2012 diadakanlah pertemuan yang dilaksanakan pada hari Selasa, 11 Desember 2012 bertempat di rumah Bapak RW Tuin Inang Jl Lapangan Bola RT 006 Rw 04 no. 56 Pondok Ranggon kecamatan Cipayung, Jakarta Timur.

Pertemuan dihadiri oleh H. Misan Samsuri, SE yang menjabat sebagai ketua Komisi D DPRD Provinsi DKI Jakarta selaku pengundang didampingi oleh rekannya dari komisi E, Perdata Tambunan bersama ketua RW 04, para ketua RT, anggota karang taruna, tokoh masyarakat, kader Jumantik dan Posyandu, warga RW 04, BABINSA, staf kelurahan dan beberapa warga dari RW lain.

Dalam pertemuan itu H. Misan Samsuri menerangkan tentang kewajiban dan fungsi DPRD yang antara  lain sebagai fungsi legislatif, anggaran dan pengawasan. Dalam keterangannya diinformasikan kepada para hadirin tentang besarnya anggaran provinsi DKI Jakarta yang besarnya mencapai Rp 36 trilyun pada tahun 2012 dan bertambah menjadi Rp 41 trilyun pada 2013 yang baru akan selesai pembahasannya pada Januari tahun depan. Selain itu diinformasikan juga kepada warga tentang adanya DANA PENGUAT bagi setiap kelurahan tak terkecuali untuk Kelurahan Pondok Ranggon yang besarnya menurut Bp Sarmada, seorang staf kelurahan mencapai Rp 2,3 milyar pertahun. Sebuah angka yang cukup fantastis! Bahkan H. Misan Samsuri menambahkan bahwa untuk Jumantik pun mendapat anggaran yang besarnya tidak akan kurang dari Rp 60 juta pertahun. Wow! Suasana pertemuan pun mendadak riuh rendah mendengar besaran angka-angka itu.

Sesi berikutnya dari pertemuan ini adalah sesi tanya jawab. Dan inilah sesi yang paling ditunggu-tunggu oleh warga RW 04. Dan kesempatan itu tidak disia-siakan oleh para hadirin untuk mengeluarkan uneg-unegnya kepada anggota dewan secara langsung.

RT 11 mendapat giliran pertama dan tampilah Bp. H. Karmin dengan pertanyaan dan pernyataan yang menggebu-gebu tentang SK Gubernur DKI no. 68 tahun 1977. Panjang  lebar Pak Haji menyuarakan aspirasinya (yang sebenarnya juga aspirasi seluruh warga RW 04) bahwa selama 35 tahun warga RW 04 tidak pernah merasakan pemerataan pembangunan karena adanya SK tersebut dan meminta gubernur melalui anggota Dewan untuk mencabut SK diskriminatif itu.  Bagaimana tidak, dalam SK Gubernur tersebut dinyatakan bahwa sebagian besar wilayah RW 04 diperuntukan untuk  area pemakaman bukan area pemukiman. Nah lo!

Sartika, perwakilan dari karang taruna seksi lingkungan hidup meminta anggota Dewan dari komisi E yang antara lain membidangi pendidikan dan kesehatan memperhatikan kualitas air minum warga sekitar pemakaman yang mungkin saja tercemar bahan kimia pengawet mayat seperti formalin yang bila lewat jenuh mungkin tidak bisa terurai lagi oleh bakteri komposter. “Untuk saat ini pH air masih bagus tapi untuk nanti, mungkin perlu diperhatikan dan dilakukan tindakan preventifnya,” demikian pungkasnya. “Perlu ditanam pohon kamboja untuk menetralisir formalin,” tambahnya.

Selanjutnya pertanyaan demi pertanyaan diajukan secara bergiliran yang hampir seluruhnya meminta anggota Dewan untuk meminta kepada gubernur untuk mencabut SK Gubernur no. 68 tahun 1977.

Selanjunya dalam jawabannya, H. Misan Samsuri berjanji akan berdiri di garis terdepan untuk memperjuangkan aspirasi warga RW 04 tersebut dengan catatan warga ikut mendukungnya. Bahkan beliau akan mengundang warga dan perwakilannya ke gedung DPRD secara formal. “ Kalau perlu saya siapkan dua buah bus untuk warga,” katanya.

Menjelang pukul 22.30 pertemuan pun usai. Secercah harapan warga pun kini muncul lagi lewat janji-janji yang disampaikan oleh anggota Dewan. Senyum pun mengembang menghapus wajah-wajah yang letih yang dipenjara oleh SK Gubernur yang telah berumur 35 tahun!

11 Desember 2012 Posted by | Uncategorized | , , , , , , , | 4 Komentar

Untuk Saling mengingatkan

Untuk saling mengingatkan …
Beruntunglah orang-orang yang beriman, yang berbuat kebajikan, yang saling menasihati untuk kebenaran dan kesabaran.

Untuk saling mengingatkan …
Di malam terakhir tahun 1433 H ini,
adakah hati kita tergerak untuk terus mengadakan perbaikan di segala bidang di tahun depan?
Adalah termasuk orang yang merugi yang apabila hari ini lebih buruk dari hari kemarin, hari esok lebih buruk dari hari ini,
termasuk orang yang tertipu apabila hari ini sama dengan hari yang kemarin dan hari esok sama dengan hari ini .

Berfikir dan berdzikir …
muhasabah …
Masih banggakah kita dengan keangkuhan dan kesombongan?
Masih beranikah kita menumpuk dosa-dosa dan kesalahan?
Masih sajakah kita menjadi hamba yang kufur akan nikmat-nikmat-Nya?
Masih sajakah kita menjadi orang yang tidak mahu berterima kasih?
Masih sajakah kita menjadi orang yang tidak mau atau tidak mampu mengakui kesalahan?
Sudah bisakah kita menjadi pemaaf dan memita maaf dalam setiap kesalahan?

Padahal USIA KITA SUDAH TIDAK LAGI MUDA,
mungkin sudah 2/3 masa sudah kita habiskan,
mungkin ada yang masih jauh
atau mungkin, mungkin, mungkin …,
dan masa muda sudah kita tinggalkan untuk selama-lamanya.

Menyambut tahun baru 1 Muharam 1434 H
mohon maaf atas segala kesalahan.
Salam.

13 November 2012 Posted by | Uncategorized | Tinggalkan komentar

Pelajaran dari Doa Syeikh Abu Hasan Asysyadzili

“Ya Allah, luaskanlah atasku rizkiku di dunia ini tapi janganlah hal itu menjadikannya penghalang untuk akhiratku. Ya Allah, jadikanlah rizkiku itu di tangan-tangan kami dan janganlah Kau jadikan dia di dalam hati-hati kami.” (Doa Syikh Abu Hasan Asysyadzili)

Siapa bilang kita tidak boleh kaya?
Boleh, tapi hendaknya kekayaan yang mengantarkan kita kepada kebahagiaan dunia dan akhirat. Bukan kekayaan yang membawa kita kepada bencana di dunia dan menjerumuskan kita pada kesengsaraan hidup di akhirat kelak.
Hendaknya kekayaan yang ada pada kita adalah kekayaan yang berguna bagi kemaslahatan umat dan kesejahteraan orang banyak karena dalam harta kekayaan kita ada terdapat hak orang-orang dhuafa baik yang meminta atau tidak. Jadi kewajiban kita adalah mengeluarkannya segera buat mereka yang memang berhak untuk mendapatkannya.
Kita adalah serupa pipa saluran harta melalui tangan-tangan kita bukan malah menumpuknya dalam hati hingga berkarat karena keserakahan dan sifat fakir yang  menjadi sumber penyakit dalam kehidupan.

18 Oktober 2012 Posted by | Uncategorized | 1 Komentar

Nasihat Menjadi Kaya Buat Bunga

Apakah kamu mau menjadi orang kaya wahai Bunga?
Bila jawabanmu ‘ya’ maka aku akan mengungkapkan suatu rahasia padamu yang boleh jadi ini merupakan sebuah nasihat untuk menjadi kaya.

Ketahuilah olehmu wahai Bunga, antara orang kaya dan orang miskin ada mempunyai perbedaan yang sangat mencolok bahkan sangat bertolak belakang. Orang kaya mempunyai kebiasaan-kebiasaan yang sangat berbeda dengan orang miskin. Lihat saja si Kumbang. Dia adalah contoh orang kaya yang berada paling dekat dengan kita.

Pertama, orang kaya selalu dapat mengendalikan diri untuk menunda kesenangan yang bisa saja dia lakukan atau dapatkan. Bila mendapatkan hasil usaha atau pendapatan berlebih baik yang sewaktu-waktu atau tetap, orang kaya tidak akan mengubah gaya hidupnya. Yang dilakukannya adalah investasi dan terus investasi. Seperti tokoh kita si Kumbang, ‘hape’-nya tetap ‘hape’ murah, pakaiannya buat pulang-pergi bekerja masih pakaian seragam dari kantor. Padahal dia baru saja membeli sebuah kontrakan yang tidak jauh dari rumahnya dengan harga yang lumayan tinggi. Berbeda dengan orang miskin, bila naik pangkat dia akan membangun rumah yang lebih besar dan mewah, ganti mobil baru keluaran teranyar dan yang sudah pasti ganti ponsel yang dia miliki dengan yang tercanggih.

Kedua, orang kaya lebih gemar menambah aset produktifnya dari pada aset konsumtifnya. Aset produktif adalah aset yang dapat menambah atau melipatgandakan kekayaan pemiliknya seperti kontrakan si Kumbang tadi, kendaraan untuk disewakan, ruko untuk disewakan, memiliki waralaba dan lain sebagainya. Sedang aset konsumtif adalah aset yang tidak menambah atau melipatgandakan kekayaan tetapi malah mengalami penyusutan dan membutuhkan biaya baik pajak atau perawatan seperti kendaraan pribadi, rumah pribadi, perabot-perabot mewah, barang-barang untuk hiburan dan lain sebagainya.

Ketiga, orang kaya selalu memulai investasi sejak dini atau tidak menunda-nunda waktu. Sebab biaya penundaan itu sangat mahal harganya. Sebagai contoh selain teman kita Kumbang, kita punya contoh seorang teman lagi yang  gemar berinvestasi sebut saja namanya Cucakrowo. Selain telah berhasil membeli rumah secara kontan ketika masih bujangan, dia juga tercatat telah memiliki beberapa ekor sapi di kampungnya sejak dulu. Dan sekarang sapi-sapi itu telah berkembang biak menjadi banyak. Coba bayangkan, berapa uang yang harus dikeluarkan kalau dia baru berinvestasi sekarang dengan membeli banyak sapi sekaligus.

Keempat, orang kaya selalu bekerja dengan keras dan sungguh-sungguh bahkan ketika orang-orang lain senang mentertawakan dirinya. Prinsip hidupnya adalah: Biar saja mereka mentertawaiku sekarang tapi lihat saja, suatu saat nanti aku yang akan tertawa di saat mereka menangis menyesali nasibnya.

Kelima, orang sukses selalu memberi bukti hasil kerja kerasnnya sedangkan orang gagal selalu saja memberi alasan tentang kegagalannya.

Demikianlah antara lain yang dapat kusampaikan padamu Bunga. Poin-poin nasihat ini kudapat dari berbagai sumber. Walau pun banyak kekurangan di sana-sini aku berharap semoga hal ini dapat bermanfaat  bagimu. Tidak ada kata terlambat untuk memulai bila kau memulainya  dari sekarang. Terima kasih atas perhatiannya.

 

16 Oktober 2012 Posted by | Uncategorized | , , , , , , , , , , | 2 Komentar

Inikah Yang Terakhir?

Di akhir Ramadhan ini, kurenungi diriku sendiri. Apakah Satu bulan penuh Ramadhan telah menjadikanku lebih baik dari hari-hari sebelumnya? Apakah aku keluar sebagai pemenang bukan pecundang? Apakah label ‘taqwa” sudah pantas aku kenakan sekarang?

Kutoleh ke samping kiri dan kanan, depan dan belakangku. Kudapati orang-orang yang kucintai di sekelilingku. Adakah aku dapat bertemu lagi dengan mereka atau mereka dapat menemuiku lagi di hari yang lain?

Sedih dan gembira bercampur aduk menjadi satu. Satu bulan penuh aku dapat memenuhi kewajibanku berpuasa di bulan Ramadhan. Suatu kegembiraan yang tiada terlukiskan. Namun dapatkah aku bersama lagi dengan mereka di bulan Ramadhan tahun depan? Karena setiap Ramadhan pertanyaan yang sama selalu berkecamuk dalam hatiku. Inikah yang terakhir?

18 Agustus 2012 Posted by | Uncategorized | Tinggalkan komentar

Isi Hatiku Pada Puteriku

Pada suatu kesempatan yang baik, aku mengutarakan isi hati kepada puteri pertamaku yang telah berusia 14 tahun.

” Anakku, kini engkau sudah akhil baligh. Ketentuan syariat telah berlaku atasmu. Tamu bulanan yang sekarang rutin mendatangimu adalah bukti nyata kematangan fisikmu. Dan inilah yang akan kusampaikan padamu.”

“Ya, Abah. ada apa?” Jawab anakku.

“Coba lihat di sekeliling kita. Berapa banyak kejadian yang tidak kita inginkan. Pergaulan bebas sepertinya sudah dianggap lumrah saja. Kemarin kita dengar di sebelah sana si A sudah menikah. Hari ini kita dengar juga si B juga menikah. Semuanya masih sangat muda bahkan ada yang masih sekolah. Memang menikah itu perbuatan baik yang memang sunnah Nabi kita. Tapi menikah karena terpaksa karena hanya untuk menutup aib adalah tidak kita harapkan.”

“Abah berpesan padamu untuk dapat menjaga diri dan kehormatanmu. Contohlah kedua orang tuamu ini. Kami tidak tahu apa itu pacaran. Setelah perkenalan, dua setengah bulan kemudian kami telah menikah dan Alhamdulillah kami dapat menjaga kesucian diri kami.”

“Terserah Abah dan Umi dibilang sebagai orang tua yang kolot atau apa. Tapi bagi kami ini adalah prinsip. Jaga diri dan kehormatanmu dalam pergaulan antara pria dan wanita. Karena bila engkau salah jalan, akan rugilah dirimu selamanya. Masa muda adalah masa yang tidak akan pernah kembali lagi.”

“Makanya, bila engkau sudah ada yang naksir dan kalian sudah ngebet atau merasa tidak tahan lagi, segera bilang pada kami. Abah akan segera menikahkan engkau dengan lelaki idamanmu itu demi menjaga kesucian dirimu. Dengan syarat dia sehat, seiman dan orang yang dapat menjaga shalatnya.”

“Ah, Abah. Kayaknya aku ‘nggak segitunya kalee ….” Jawab anakku.

“Ini benar dan Abah tidak main-main dalam hal ini.” Jawabku serius.

Demikianlah antara lain isi percakapan kami dengan puteri kami. Apakah anda sependapat?

14 April 2012 Posted by | Uncategorized | Tinggalkan komentar

Amin, Amin dan Amin

Amin, amin dan amin. Sekilas memang tidak ada bedanya dari kata-kata tersebut. 3 buah kata yang sangat sering kita dengar. Namun akan beda makna atau maksudnya bila diucapkan pada 3 keadaan. Amin pertama yang saya maksudkan di sini adalah ucapan ketika berdoa. Kedua adalah gelar atau panggilan kepada seseorang. Yang terakhir adalah perintah atau permintaan.

Bagaimana bisa hal itu terjadi?
– Amin yang diucapkan pada waktu berdoa harusnya adalah aaaamiin (a dan i dibaca panjang) yang artinya adalah mohon diterima doanya.
– Amin yang diucapkan untuk gelar atau panggilan adalah amiin ( a dibaca pendek sedangkan i dibaca panjang) artinya adalah yang dapat dipercaya.
– Amin yang ketiga adalah aamin (a dibaca panjang sedangkan i pendek). Artinya adalah percayalah!

Setelah kita tahu perbadaan arti kata amin, akan aneh terdengar bila ketika berdoa mengucapkan amiin atau aamin. Dan ini adalah sebuah kesalahan yang paling sering kita dengar atau lakukan.

Ada sebuah kejadian lucu yang terjadi pada lebih dari 20 tahun lalu. Seorang adik saya yang masih kecil memanggil nama kakaknya ketika sedang shalat Jumat di satu masjid. “Aamiin ….” begitulah para jamaah mengamini bacaan Fatihah imam shalat. Sambil menoleh ke arah kakaknya, adik saya yang memang bernama Amin berteriak “Haadii ….” (Hadi adalah nama adik saya yang lain). Sontak kejadian itu menyebabkan jamaah di sebelah adik-adik saya tertawa hingga bathal shalatnya.

4 Maret 2012 Posted by | Uncategorized | Tinggalkan komentar

Arti ​Hidup

Banyak orang mencari definisi tentang hidup. Bolak-balik mencari apakah arti hidup itu sebenarnya. Berbagai arti hidup lalu menjadi rumusan.

Ada yang bilang hidup itu hampa. Tidak ada sama sekali alas nol. Karena tadinya kita tidak ada, ada lalu tidak ada lagi.
Yang lain bilang, hidup itu adalah perjuangan. Tuhan memberi kita lahan dan juga energi yang cukup untuk mengelolanya. Liku-liku perjuangan berupa kenikmatan dan kesengsaraan adalah suatu keindahan.  Itulah arti hidup. Bisa dibuat menjadi beberapa episode sinetron loh!
Ada lagi orang yang benar-benar memanfaatkan hidup di dunia ini dengan sebaik-baiknya. Katanya hidup itu hanya sekali, maka bersenang-senanglah!
Ada juga orang yang menjalani hidup dengan biasa-biasa saja. Ingin jadi orang biasa-biasa saja. Ingin hidup biasa-biasa saja. Ingin mati biasa-biasa saja!
Lebih jauh ada lagi orang-orang yang begitu bersemangat dengan segala cara dan kemampuan ingin membuat atau menciptakan peradaban. Peradaban dunia yang baru dan modern. Peradaban yang mengedepankan humanisme/kemanusiaan. Menciptakan manusia yang kuasa menandingi Tuhan!

Begitukah arti hidup yang sebenarnya?
Renungkanlah!
Benar, bahwa hidup itu hampa atau kosong bila kita tidak berbuat apa-apa. Benar pula bahwa kita harus memanfaatkan sebaik-baiknya hidup ini. Benar pula dalam hidup kita tidak boleh menang sendiri. Juga benar bahwa kita harus terus meningkatkan kualitas dan derajat hidup manusia.

Namun yang lebih utama dalam hidup, hendaklah kita menjadi orang yang berguna bagi semuanya. Bahwa kita harus memancarkan kasih sayang di mana pun kita berada. Berkarya maksimal untuk perbaikan mutu kehidupan manusia dan kemanusiaannya. Dan hendaklah kita pegang aturan prinsip bahwa tidaklah kita dihidupkan di dunia ini kecuali sebagai rahmat buat sekalian alam.

15 Februari 2012 Posted by | Uncategorized | 2 Komentar