Abahsumadi's Blog

Just another WordPress.com weblog

Isi Hatiku Pada Puteriku

Pada suatu kesempatan yang baik, aku mengutarakan isi hati kepada puteri pertamaku yang telah berusia 14 tahun.

” Anakku, kini engkau sudah akhil baligh. Ketentuan syariat telah berlaku atasmu. Tamu bulanan yang sekarang rutin mendatangimu adalah bukti nyata kematangan fisikmu. Dan inilah yang akan kusampaikan padamu.”

“Ya, Abah. ada apa?” Jawab anakku.

“Coba lihat di sekeliling kita. Berapa banyak kejadian yang tidak kita inginkan. Pergaulan bebas sepertinya sudah dianggap lumrah saja. Kemarin kita dengar di sebelah sana si A sudah menikah. Hari ini kita dengar juga si B juga menikah. Semuanya masih sangat muda bahkan ada yang masih sekolah. Memang menikah itu perbuatan baik yang memang sunnah Nabi kita. Tapi menikah karena terpaksa karena hanya untuk menutup aib adalah tidak kita harapkan.”

“Abah berpesan padamu untuk dapat menjaga diri dan kehormatanmu. Contohlah kedua orang tuamu ini. Kami tidak tahu apa itu pacaran. Setelah perkenalan, dua setengah bulan kemudian kami telah menikah dan Alhamdulillah kami dapat menjaga kesucian diri kami.”

“Terserah Abah dan Umi dibilang sebagai orang tua yang kolot atau apa. Tapi bagi kami ini adalah prinsip. Jaga diri dan kehormatanmu dalam pergaulan antara pria dan wanita. Karena bila engkau salah jalan, akan rugilah dirimu selamanya. Masa muda adalah masa yang tidak akan pernah kembali lagi.”

“Makanya, bila engkau sudah ada yang naksir dan kalian sudah ngebet atau merasa tidak tahan lagi, segera bilang pada kami. Abah akan segera menikahkan engkau dengan lelaki idamanmu itu demi menjaga kesucian dirimu. Dengan syarat dia sehat, seiman dan orang yang dapat menjaga shalatnya.”

“Ah, Abah. Kayaknya aku ‘nggak segitunya kalee ….” Jawab anakku.

“Ini benar dan Abah tidak main-main dalam hal ini.” Jawabku serius.

Demikianlah antara lain isi percakapan kami dengan puteri kami. Apakah anda sependapat?

14 April 2012 Posted by | Uncategorized | Tinggalkan sebuah Komentar

Amin, Amin dan Amin

Amin, amin dan amin. Sekilas memang tidak ada bedanya dari kata-kata tersebut. 3 buah kata yang sangat sering kita dengar. Namun akan beda makna atau maksudnya bila diucapkan pada 3 keadaan. Amin pertama yang saya maksudkan di sini adalah ucapan ketika berdoa. Kedua adalah gelar atau panggilan kepada seseorang. Yang terakhir adalah perintah atau permintaan.

Bagaimana bisa hal itu terjadi?
- Amin yang diucapkan pada waktu berdoa harusnya adalah aaaamiin (a dan i dibaca panjang) yang artinya adalah mohon diterima doanya.
- Amin yang diucapkan untuk gelar atau panggilan adalah amiin ( a dibaca pendek sedangkan i dibaca panjang) artinya adalah yang dapat dipercaya.
- Amin yang ketiga adalah aamin (a dibaca panjang sedangkan i pendek). Artinya adalah percayalah!

Setelah kita tahu perbadaan arti kata amin, akan aneh terdengar bila ketika berdoa mengucapkan amiin atau aamin. Dan ini adalah sebuah kesalahan yang paling sering kita dengar atau lakukan.

Ada sebuah kejadian lucu yang terjadi pada lebih dari 20 tahun lalu. Seorang adik saya yang masih kecil memanggil nama kakaknya ketika sedang shalat Jumat di satu masjid. “Aamiin ….” begitulah para jamaah mengamini bacaan Fatihah imam shalat. Sambil menoleh ke arah kakaknya, adik saya yang memang bernama Amin berteriak “Haadii ….” (Hadi adalah nama adik saya yang lain). Sontak kejadian itu menyebabkan jamaah di sebelah adik-adik saya tertawa hingga bathal shalatnya.

4 Maret 2012 Posted by | Uncategorized | Tinggalkan sebuah Komentar

Arti ​Hidup

Banyak orang mencari definisi tentang hidup. Bolak-balik mencari apakah arti hidup itu sebenarnya. Berbagai arti hidup lalu menjadi rumusan.

Ada yang bilang hidup itu hampa. Tidak ada sama sekali alas nol. Karena tadinya kita tidak ada, ada lalu tidak ada lagi.
Yang lain bilang, hidup itu adalah perjuangan. Tuhan memberi kita lahan dan juga energi yang cukup untuk mengelolanya. Liku-liku perjuangan berupa kenikmatan dan kesengsaraan adalah suatu keindahan.  Itulah arti hidup. Bisa dibuat menjadi beberapa episode sinetron loh!
Ada lagi orang yang benar-benar memanfaatkan hidup di dunia ini dengan sebaik-baiknya. Katanya hidup itu hanya sekali, maka bersenang-senanglah!
Ada juga orang yang menjalani hidup dengan biasa-biasa saja. Ingin jadi orang biasa-biasa saja. Ingin hidup biasa-biasa saja. Ingin mati biasa-biasa saja!
Lebih jauh ada lagi orang-orang yang begitu bersemangat dengan segala cara dan kemampuan ingin membuat atau menciptakan peradaban. Peradaban dunia yang baru dan modern. Peradaban yang mengedepankan humanisme/kemanusiaan. Menciptakan manusia yang kuasa menandingi Tuhan!

Begitukah arti hidup yang sebenarnya?
Renungkanlah!
Benar, bahwa hidup itu hampa atau kosong bila kita tidak berbuat apa-apa. Benar pula bahwa kita harus memanfaatkan sebaik-baiknya hidup ini. Benar pula dalam hidup kita tidak boleh menang sendiri. Juga benar bahwa kita harus terus meningkatkan kualitas dan derajat hidup manusia.

Namun yang lebih utama dalam hidup, hendaklah kita menjadi orang yang berguna bagi semuanya. Bahwa kita harus memancarkan kasih sayang di mana pun kita berada. Berkarya maksimal untuk perbaikan mutu kehidupan manusia dan kemanusiaannya. Dan hendaklah kita pegang aturan prinsip bahwa tidaklah kita dihidupkan di dunia ini kecuali sebagai rahmat buat sekalian alam.

15 Februari 2012 Posted by | Uncategorized | Tinggalkan sebuah Komentar

2011 in review

The WordPress.com stats helper monkeys prepared a 2011 annual report for this blog.

Here’s an excerpt:

A New York City subway train holds 1,200 people. This blog was viewed about 4.500 times in 2011. If it were a NYC subway train, it would take about 4 trips to carry that many people.

Click here to see the complete report.

2 Januari 2012 Posted by | Uncategorized | Tinggalkan sebuah Komentar

Apa Memang Sudah Tidak Ada Tantangan Lagi?

Saya mengucapkan banyak terima kasih yang sebesar-besarnya kepada rekan-rekan sekalian atas kerja keras selama ini hingga kita berhasil melakukan migrasi dari BPCS ke SAP dengan baik meski pun masih banyak lagi yang harus ditingkatkan di sana-sini. Hal mana yang masih harus mendapat perhatian adalah IDOC. Seharusnya IDOC dikerjakan oleh masing-masing grup / shift. Tidak seperti sekarang di mana saya masih mengerjakan begitu banyak IDOC setiap hari. Untuk diketahui bersama, target untuk kita adalah maksimal 10 IDOC perhari. Hal ini disebabkan antara lain karena masih adanya HU yang discan (dipindai) sebanyak 2 kali atau dobel. Padahal bila memang melakukan scan 2 kali seharusnya ada pemberitahuan secara tertulis karena begitu susuahnya menentukan HU mana sebenarnya yang dipakai mengingat begitu banyaknya HU dari raw material yang sama, apalagi bila ada HU yang di-lock. Kita harus menunggu dulu HU yang tersisa untuk membetulkannya.Mengenai hal ini ada yang ingin menambahkan?

Terjadinya doble scan karena memang terpaksa, Pak. Sering kali tidak ada label HU pada raw material yang memakai zak dari karung. Kemungkinan label tersebut terlepas. Entah di pabrik atau gudang sini atau di gudang penyimpanan sana. Malahan kemarin saya menemukan ada label HU ditempel pada tali klam pengikat, tidak tepat di kemasan raw material. Artinya yang menempel label tersebut masih sembarangan ….

Mengenai hal itu sudah saya instruksikan ke bagian Prebatching untuk mengambil foto material yang berlabel HU tidak lengkap atau terlepas. Ini untuk mengingatkan bagian gudang penyimpanan betapa pentingnya label HU dalam SAP. Apakah kita ada kamera?

Tidak ada, Pak.

Baiklah, sekarang kita lanjutkan ke hal yang lain. Setelah sekian lama saya sibuk mengurusi SAP, saya baru sempat memeriksa jadwal produksi dan realisasinya. Betapa terkejutnya saya waktu melihat bahwa out put kita hanya berkisar sebanyak 21 ton perhari. Dibuat schedule produksi hari ini, ada saja yang diundur / pending. Dibuat jadwal besoknya, diundur lagi. Alasan warna lama, lah. Apa, lah. Apa lagi bila ada seorang staf yang tidak masuk kerja / absen. Masing-masing membuat jastifikasi sendiri. Yang paling gampang adalah mengambil keptusan sendiri untuk mengurangi 1 batch. Apa karena sudah tidak ada tantangan lagi? Bagaimana ini? Team leader yang seharusnya jadi ujung tombak produksi malah menghambat team untuk berkerja lebih keras.
Semua grup sama saja. Yang belum saya lihat adalah kalian 1 tim terdiri dari 5 orang staf. Bila salah seorang ada yang tidak masuk harusnya bekerja lebih keras lagi. Bagaimana caranya dengan 4 orang dapat memenuhi jadwal produksi. Dan yang sebenarnya saya kepingin sampai saat ini adalah mengatur supaya waktu istirahat kalian bergantian atau ada istirahat pertama dan kedua.
Dan yang memang belum saya lakukan, dan ini adalah kesalahan saya yaitu memanggil  mereka-mereka yang tidak pernah mau lembur Sabtu atau mungkin telah bersedia kerja lembur namun secara tiba-tiba membatalkannya ketika tepat pukul 07.00 pagi.
Ingat, kita ini perusahaan internasional. Semuanya dipantau, tidak ada yang bisa ditutup-tutupi. Atau kalian sudah tidak sanggup lagi menjadi team leader? Kalau memang tidak sanggup lagi, silakan mengundurkan diri! Gaji yang kalian terima sekarang tentunya tidak sama dengan gaji staf biasa.
Dan yang perlu diingat bila kalian buka undang-undangnya (PKB), kalian bekerja 8 jam sehari, tidak kurang . Bagi yang non-shift, masuk pukul 07.45, keluar pukul 16.15, istirahat 30 menit. Pukul 07.45 di sini, di pabrik. Bukan di kantin!

Ada wacana saat ini; pada setiap pergantian shift, shift sebelumnya harus mempersiapkan segala perlengkapan untuk shift berikutnya. Hal itu memang sangat baik karena setiap grup bisa langsung bekerja tanpa perlu waktu tambahan untuk persiapan produksi. Akan tetapi  untuk masalah CCP, rasanya kita tidak bisa sepenuhnya menyerahkan kepada shift sebelumnya untuk mempersiapkannya. Karena yang bertanggung jawab pada hasil akhir pemeriksaan CCP adalah grup yang mengerjakan suatu produk. Jadi menurut saya yang harus mengadakan pemeriksaan CCP adalah grup yang bersangkutan mulai dari awal sampai akhir produksi.

Mengapa, kalian tidak percaya kepada grup sebelumnya? Kalau memang tidak percaya berarti sudah rusak kita. Kita adalah satu team. Baiklah, saya rasa cukup untuk saat ini. Tidak ada tanya jawab setelah ini. Kalau ada sesuatu, hubungi saja supervisor kalian. Terima kasih atas waktunya.

(???!!!!!!!!!!!!!!!!!!!?????????)

24 Oktober 2011 Posted by | Uncategorized | Tinggalkan sebuah Komentar

CINTA YANG AJAIB

Cinta adalah sumber inspirasi. Cinta adalah cerita yang tiada habisnya. Cinta adalah Cerita Indah Namun Tiada Abadi. Cinta itu buta. Cinta adalah nafsu. Cinta adalah segalanya. Begitulah antara lain banyak orang memberi definisi tentang cinta.

Sudah tak dapat lagi terhitung berapa banyak lagu dan karya seni diciptakan dengan cinta sebagai temanya. Setiap hari bahkan hampir setiap detik kita mendengar senandung cinta.

Begitu hebatnya cinta dan pengaruhnya bahkan seorang yang tak dikenal pun menulis sesuatu tentang cinta;
Karena cinta aku ada
dengan cinta aku hidup
dan dengan cinta aku rela mengapai cita!

Seorang bapak rela membanting tulang dan menghabiskan hampir seluruh hidupnya demi cintanya pada keluarganya. Tak terhitung jerih payah dan letih yang dialami oleh seorang ibu dalam merawat dan menjaga anaknya demi satu kata, cinta. Laki-laki dan perempuan rela melakukan apa saja dengan alasan cinta (nafsu?). Semuanya sebab dan tujuan cinta.

Lagi tentang cinta, saya mengutip sebuah puisi dari catatan seorang teman beberapa tahun silam:
Cinta.
Cinta memang tidak memberikan apa-apa
pun tidak mengambil apa-apa
sebab cinta tlah cukup untuk cinta.
Pun jangan kau mengira
bahwa kau dapat menentukan arah cinta
sebab cinta apabila kau dipilhnya
akan dapat menentukan jalan hidupnya sendiri
tanpa dapat kau mengendalikannya. (kata yang terakhir ini saya lupa. Maaf sudah lama sekali soalnya)

Cinta memang egois. Buat yang sedang dimabuk cinta, dunia adalah milik berdua (memang yang lain ngontrak apah?). Tapi memang itulah tabi’at cinta dengan segala kelebihan dan kekurangannya.

Karena keegoisannya itulah tak salah bila sebenarnya dikatakan -cinta adalah racun-. Bagaimana tidak, coba pikirkan:
Bila seorang sangat cinta kepada keluarganya bisa jadi dia akan sangat mudah membenci keluarga orang lain.
Bila seseorang sangat cinta kepada negaranya bisa jadi dia sangat benci atau anti kepada negara orang lain.
Bila seorang sagat cinta kepada miliknya atau lingkungannya bisa jadi dia akan sangat benci kepada milik atau lingkungan orang    lain.
Dlsb.

Tapi ada cinta yang sangat ajaib yaitu cinta seseorang kepada Baginda Muhammad Rasulullah SAW. Semakin dalam cinta orang itu kepada Baginda SAW  maka akan otomatis tumbuh cintanya kepada seluruh umat manusia, makhluk yang lain dan alam semesta ini. Dia akan menebarkan kasih sayang di mana-mana, makin sayang kepada keluarga dan lingkungan. Buktikanlah!

12 Oktober 2011 Posted by | Uncategorized | Tinggalkan sebuah Komentar

Setan dan Manusia, Mana Yang Lebih Mulia?

Dalam sebuah debat yang cukup seru antara setan dan manusia terungkaplah sebuah fakta yang tak terbantahkan. Berikut petikannya:

setan        : Tuhan telah menciptakan aku dari api. Aku lebih mulia dari manusia.

manusia : Tuhan telah menciptakan aku dari tanah. Akulah yang lebih mulia.

setan       : Aku adalah makhluk Tuhan yang paling menepati janji. Sejak awal Adam diciptakan hingga hari kiamat aku akan tetap teguh memegang  janjiku untuk menggoda dan menjerumuskan manusia. Bagaimana mungkin manusia mengaku lebih mulia dariku bila janji saja manusia sering mengingkarinya?

manusia  : Memang benar manusia adalah tempatnya salah dan lupa. Baru saja berjanji untuk tidak berbuat dosa lagi, eh … tak lama kemudian lupa lagi. Tapi jangan salah wahai setan, manusia telah diberi oleh Tuhan akan 2 (dua) hal yakni TAUBAT dan SYUKUR. Bila berbuat salah, manusia akan bertaubat karena itu adalah perintah Tuhan dan bila mendapat nikmat ia akan bersyukur. Itu juga perintah Tuhan. Dan sebenarnya itulah kelebihan manusia dibanding setan. Wahai Setan, jika engkau adalah makhluk yang mulia, cobalah lakukan TAUBAT dan SYUKUR. Dan setan tidak mungkin akan melakukannya. Sebab bila setan melakukan Taubat dan Syukur maka BERHENTILAH IA JADI SETAN.

Setan       : (kalah KO gue! Berarti manusia yang gak mau bertobat dan bersyukur adalah golongan …..)

18 September 2011 Posted by | Uncategorized | Tinggalkan sebuah Komentar

Belum Merdeka atau Mengisi Kemerdekaan?

Dua hari yang lalu atasan saya memerintahkan saya untuk masuk kerja tanggal 17 Agustus ini. Dengan nada pelan dan agak sedikit protes saya berkata bahwa kita masih belum merdeka. Masak tanggal 17 Agustus harus lembur juga. Ini kan hari kemerdekaan kita, “The independent day”, gitu loh! Dengan spontan seorang atasan yang lain berkata bahwa ini bukan masalah belum merdeka tapi masalh kita mengisi kemerdekaan itu sendiri. Nah lho! Sebuah jawaban yang cerdik yang membuat saya tidak dapat berkata-kata lagi. Ya, sudahlah!
Ketika hal itu saya ceritakan kepada seorang teman, dengan enteng dia menjawab, ” Ya, sekali-kali lah.”
“Maksudnya?” tanyaku belum jelas.
“Ya, cuma setahun sekali lah kita masuk tanggal 17 Agustus,” jawabnya sambil tertawa.
“Uh, dasar!” kataku.

Memang, tahun ini agak berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. 17 Agustus harus masuk, libur hari raya cuma tanggal 1 dan 2 Syawal (buat sebagian orang). Luar biasa! Tapi itulah keadaannya saat-saat di mana perusahaan akan melakukan migrasi dari menggunakan sistem BPCS ke SAP yang akan “go live” tanggal 5 September nanti. Apa pun, harapan kita semoga rencana ini dapat sukses dan berjalan dengan lancar sesuai dengan apa yang diharapkan.

17 Agustus 2011 Posted by | Uncategorized | Tinggalkan sebuah Komentar

Mengenalkan Puasa Ramadhan Pada Anak

Ramadhan 1432 H telah datang menjumpai kita. Kepada kita dibawakan rahmat pada 1/3 bulan yang pertama. 1/3 yang kedua adalah ampunan dan 1/3 yang terakhir adalah pembebasan dari api neraka. Sungguh luar biasa Ramadhan ini. Ibadah sunnah di bulan ini diganjar sebagai ibadah wajib sedangkan ibadah wajib diberi ganjaran yang berlipat ganda. Juga di bulan ini ada malam Lailatul Qadar (malam kemuliaan). Malam yang nilainya lebih baik dari 1000 bulan. Malam diturunkannya Al-quran.
Sungguh sangat sayang melewatkan Ramadhan tanpa ibadah dan kebaikan-kebaikan. Sungguh sangat merugi orang yang acuh dan tak mengambil kesempatan sangat berharga yang telah diberikan oleh Allah SWT kepada hamba-Nya.
Sangat beruntunglah orang-orang yang menjalankan puasa dan menghidupkan Ramadhan dengan penuh keimanan dan penuh pengharapan hanya kepada Allah SWT karena ganjaran yang dijanjikan adalah pengampunan dari dosa-dosanya yang telah lalu. Subhanallah. Maka sudah sepantasnyalah bila kita sebagai ummat Muhammad SAW menjalankan apa yang telah dicontohkan oleh beliau, para sahabat dan para pengikut beliau yang soleh.
Namun bagaimanakah cara kita memperkenalkan ibadah Ramadhan terutama ibadah puasa kepada anak-anak agar mereka dapat istiqamah menjalankan ibadah ketika mereka dewasa kelak?
Yaitu dengan cara mengenalkan langsung ibadah puasa itu sendiri. Dimulai dari sahur; Biasakanlah membangunkan anak-anak untuk bangun sahur sejak dia masih berusia dini. 2 tahun, 3 tahun atau 4 tahun tidak masalah. Tidak masalah pula dia bangun atau tidak atau setelah bangun dia akan ikut makan sahur atau tidak. Yang penting kita harus terus membangunkan dia ketika saat sahur setiap hari selama sebulan penuh yang tentunya dengan lemah lembut atau tidak keras atau kasar.
Ketika puasa siang hari, biarkan sang anak berbuka bila dia tidak kuat tetapi kemudian suruh melanjutkan lagi. Biarkan dia berbuka lagi lalu melanjutkan lagi. Teruskan begitu sampai waktu berbuka tiba. Jangan sekali-kali orang tua atau ibu makan-minum di depan anak ketika sedang ada halangan. Makanlah dengan secara sembunyi-sembunyi dan tetap berlaku seolah-olah orang yang sedang berpuasa.
Ketika berbuka, berbukalah berjamaah. Akan lebih baik lagi bila diadakan acara buka bersama keluarga besar setidaknya sekali dalam sebulan.
Ketika malam tiba, ajaklah anak-anak ke mushalla atau masjid terdekat untuk melaksanakan Shalat Tarawih berjamaah. Tidak masalah apakah nanti dia Shalat khusyu’ atau kemudian tidur karena mengantuk.
Demikian diulang terus pembiasaan ibadah kepada anak terus-menerus setiap hari yang tentunya disertai contoh yang baik dari kedua orang tuanya.
Semoga tips ini bermanfaat buat orang tua yang ingin memperkenalkan ibadah puasa kepada anak sejak dini. Mohon maaf bila ada kekurangan atau kesalahan.
Selamat menjalankan ibadah di bulan Ramadhan. Semoga Allah SWT menerima amal kita sekalian. Amin Ya Rabbal ‘Alamin.

31 Juli 2011 Posted by | Uncategorized | Tinggalkan sebuah Komentar

Wawancara Dengan Penjual Sayur

Berikut adalah wawancara yang dilakukan oleh anak kami sekitar 2 tahun yang lalu waktu masih kelas 6 Sekolah Dasar.

Wawancara diadakan dengan Bapak Mian dan Ibu Andri di tempat berjualan sayur yang beralamat di Pondok Ranggon RT 002 RW 01 No. 25. Demikian petikannya:

 

Ø  T: Assalamu alaikum Wr Wb.
J : Waalaikumussalam Wr Wb.

Ø  T: Kami ada tugas wawancara dengan penjual sayur. Apakah Ibu dan Bapak bersedia?
J : Silahkan.

ØT: Siapa nama Ibu dan Bapak?
J :
Ibu Andri dan Bapak Mian Suparman

ØT: Sudah berapa lama Ibu menekuni pekerjaan ini ?
J : Sudah 15 tahun.

ØT: Berapa penghasilan Ibu rata-rata dalam sehari?
J :
Rata-rata Rp 500.000;

ØT: Berapa keuntungan yang diperoleh setiap bulan ?
J :
50 %.

ØT: Berapa modal awal pertama kali Ibu berjualan?
J :
Lupa karena sudah lama.

ØT: Sejak kapan Ibu berjualan ?
J : Sejak tahun 1993.

ØT: Di mana Ibu membeli sayuran yang Ibu jual ?
J :
Di Pasar Induk dan Pasar Kranggan.

ØT: Apakah usaha ini cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari?
J :
Cukup.

ØT: Apakah ada kerja sampingan selain berjualan sayuran?
J :
Warung nasi dan sembako.

ØT: Berapa kerugian yang diderita oleh Ibu selama ini kalau dagangan tidak habis ?
J :
Kira-kira 10 %.

ØT: Apa suka dan duka Ibu selama menjual sayuran?
J :
Sukanya dapat uang. Dukanya kalau malam kurang tidur.

ØT: Berapa anak ibu ?
J :
2 ( dua ) orang anak. Yang pertama kelas 1 SMP, yang kedua masih TK.

ØT: Jam berapa ibu pergi ke pasar ?
J : Pukul 03.00 pagi.

ØT: Jam berapa ibu mulai buka warung ?
J :
Mulai jam 05.00 pagi.

ØT: Uang hasil berjualan digunakan untuk apa ?
J :
Untuk makan sehari-hari, biaya sekolah anak-anak dan untuk ditabung.

ØT: Apa pekerjaan ibu sebelum berjualan sayur?
J :
Bekerja sebagai baby sitter.

ØT: Pekerjaan Bapak sebelumnya ?
J :
Sebagai petugas kebersihan di perumahan atau komplek.

ØT: Mengapa akhirnya ibu berjualan sayur ?
J :
Karena tidak ada pilihan lain akhirnya berjualan sayur. Pada mulanya berjualan
secara keliling namun akhirnya bisa punya tempat .

ØT: Bagaimana harapan ibu ke depan ?
J : Harapan ibu supaya anak pintar, berhasil dan sukses.

ØT: Apa cita-cita ibu selanjutnya, apakah ibu ingin berjualan sayur sampai tua ?
J :
Kalau sudah tua Ibu ingin istirahat, pergi Haji karena sebagian hasil berjualan sudah ditabung di Bank Syariah dan Ibu juga ingin buka usaha kontrakan nanti.

ØT: Terima kasih Bapak, Ibu atas kesediaannya.
J :
Sama-sama.

ØT: Assalamualaikum Wr Wb.
J :
Waalaikumussalam Wr Wb.

 



 

1 Juni 2011 Posted by | Uncategorized | Tinggalkan sebuah Komentar

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.